//
you're reading...
Uncategorized

PEMULUNG

Anak jalanan itu sibuk mengais-ngais gundukan sampah. ia tak peduli bau busuk dan kuman penyakit yang bersarang di sampah-sampah itu.

“sudah hampir malam, tapi perutku masih kosong.” Keluh anak itu.”mudah-mudahan ada botol atau kaleng bekas yang dapat ku jual,” ia berbisik kepada dirinya sendiri.

“hei,pergi dari sini!” teriak seorang ibu yang akan melemparkan kantong-kantong sampah. Anak itu melangkah mundur, tapi matanya melotot pada kantong sampah itu. Ia berharap… akan memperoleh sisa makanan di kantong sampah itu!!!

Tanpa buang waktu, ia mengambil sisa-sisa makanan. Duduk di atas tumpukan sampah, melahap makanannya!!!

Tersedia makanan rohani bagi setiap orang, yang dapat diperoleh dengan Cuma-Cuma.tapi sayang sekali, sangat banyak orang yang menolak makanan rohani ini. Mereka lebih suka mengais-ngais mencari kepuasan batin melalui mantra-mantra atau sesajen.

Anda mungin iba kepada anak jalanan tadi,tapi yang paling menyedihkan ialah sangat banyaknya orang yang rohnya kelaparan, tersiksa dan menjelang kematian.

Kita dapat mengambil kesimpulan dari cerita diatas bahwa disetiap kehidupan ini berbeda-beda ada kehidupan kalangan atas yang kebutuhan hidupnya sangat berlebihan, menegah yang kebutuhan hidupnya sangat pas-pasan  dan kecil yang serba kekurangan untuk memenuhui kebutuhannya.

Sebaiknya kita harus peduli sesama manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang mengajarkan kita melalui firmannya untuk saling mengasihi sesama umat manusia.

YAYASAN SUMBER SEJAHTERA

About bloguli

haloo... my name is a saut hasibuan DIAM Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya ”ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: