//
you're reading...
Ekonomi Koperasi

Bagaimana Ekonomi Koperasi menghadapi Pasar Global…..

Koperasi di indonesia sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. Awal perkembangannya sebagai badan usaha Koperasi mengalami pasang surut sesuai dengan situasi politik yang ada

Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989

Tahap I : Pemerintah mendukung perintisan pembentukan  organisasi koperasi.

Tahap II : Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara   langsung dari pemerintah dan atau organisasi   yang dikendalikan oleh pemerintah.

Tahap III : Perkembangan koperasi sebagai organisasi  koperasi yang mandiri.

Globalisasi ekonomi koperasi adalah resiko berat yang dihadapi oleh negara-negara berkembang haruslah menjadi momentum bagi gerakan koperasi di seluruh dunia, untuk menawarkan pendekatan pembangunan berdasar “kerjasama” dan semangat. Globalisasi menggambarkan proses percepatan interaksi yang luas dalam segala bidang yaitu bidang politik, teknologi, ekonomi, sosial dan budaya. globalisasi akan membawa sisi terang di antaranya:

  • Globalisasi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
  • Globalisasi dapat mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global.
  • Globalisasi tidak mengurangi ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
  • Globalisasi tidak berseberangan dengan desentralisasi.
  • Globalisasi bukan penyebab krisis ekonomi.

Persaingan” memang harus diakui merupakan salah satu kekuatan ekonomi dunia untuk mencapai kemajuan. Arus global yang semakin menyebar ke seluruh pelososok bumi ini merupakan tantangan tersendiri bagi Negara yang berkembang .

Koperasi sebagai salah satu representasi dari ekonomi kerakyatan yang bersendikan demokrasi ekonomi dapat tumbuh, berkembang dan berdaya guna serta mampu menjadi salah satu pilar penting perekonomian bangsa. Dan yang paling penting lagi adalah mampu menjadi pelopor penegak keadilan bagi sistem perekonomian rakyat.

Aliran koperasi   merupakan cerminan sikap yang menginginkan  dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.

INI DIBUKTIKAN PERKEMBANGAN  BENTUK KOPERASI YANG DISESUAIKAN DENGAN WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
(Sesuai PP 60 Tahun 1959)

•          Di tiap desa ditumbuhkan Koperasi Desa

•          Di tiap Daerah  Tingkat II ditumbuhkan  Pusat Koperasi

•          Di tiap  Daerah Tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi

•          Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi

Jenis Koperasi  (PP 60 Tahun 1959)

a. Koperasi Desa

b. Koperasi Pertanian

c. Koperasi Peternakan

d. Koperasi Perikanan

e. Koperasi Kerajinan/Industri

f.  Koperasi Simpan Pinjam

g. Koperasi Konsumsi

Prinsip-prinsip dasar koperasi Indonesia adalah:

1) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

2) Pengelolaan dilakukan secara demokratis

3) Pembagian sisa hasil usaha (SHU) dilakukan secara adil, sebanding dengan besarnya

jasa dari masing-masing anggota

4) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

5) Kemandirian

6) Pendidikan Perkoperasian

7) Kerjasama antar koperasi

Tujuan didirikannya koperasi meliputi:

1) Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya

2) Membangun tatanan Perekonomian Nasional agar makin maju, adil dan makmur

Peranan Koperasi yaitu:

1) Mempertinggi kualitas kehidupan manusia seutuhnya

2) Berupaya untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian Nasional

3) Memperkokoh perekonomian rakyat

Strategi Pemberdayaan Koperasi dalam menghadapi globalisasi

  • Koperasi dituntut untuk menempatkan anggotanya sebagai pelaku aktif dalam proses produksi dan distribusi dapat memenuhi suarat-syarat penghematan biaya, pemanfaatan modal, spesialisasi, keorganisasian, fleksibilitas dan pemekaran kesempatan kerja.
  • Kegiatan (usaha) koperasi bersinergi dengan aktifitas usaha anggotanya.
  • Adanya efektifitas biaya transaksi antara koperasi dengan anggotanya sehingga biaya tersebut lebih kecil jika dibandingkan biaya transaksi yang dibebankan oleh lembaga non-koperasi.
  • Kesungguhan kerja pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi. Disamping kerja keras, figur pengurus koperasi hendaknya dipilih orang yang amanah, jujur serta transparan.
  • Upaya untuk lebih memberdayakan koperasi diawali dengan mengembalikan koperasi sesuai dengan jatidirinya. Selain itu diperlukan upaya serius untuk mensosialisasikan koperasi dalam format gerakan berkoperasi secara berkesinambungan kepada warga masyarakat, baik melalui media pendidikan, media masa, maupun media yang lainnya.

Di Jepang, koperasi menjadi wadah perekonomian pedesaan yang berbasis pertanian. Peran koperasi di pedesaan Jepang telah menggantikan fungsi bank sehingga koperasi sering disebut pula sebagai ‘bank rakyat’ karena koperasi tersebut beroperasi dengan menerapkan sistem perbankan (Rahardjo, 2002).

Contoh lain adalah perdagangan bunga di Belanda. Mayoritas perdagangan bunga disana digerakkan oleh koperasi bunga yang dimiliki oleh para petani setempat.

Juga Koperasi Sunkis di California (AS) yang mensuplai bahan dasar untuk pabrik Coca Cola, sehingga pabrik tersebut tidak perlu membuat kebun sendiri. Dengan demikian pabrik Coca Cola cukup membeli sunkis dari Koperasi Sunkis yang dimiliki oleh para petani sunkis (Mutis, 2001).

Seharusnya kita tiru Di negara-negara maju yang telah terbentuk koperasi-koperasi yang besar-besar dan kuat, yang tentu menjadi kebanggaan kita semua. Kerjasama antara koperasi-koperasi anggota Aliansi Koperasi Internasional (ICA) perlu ditingkatkan untuk melindungi anggota-anggotanya yang kecil-kecil. Kita harus saling tolong-menolong.

Semoga saja ekonomi koperasi di Indonesia dapat diharapkan memiliki daya kompetisi dengan bersaing dengan Negara-negara maju.

About bloguli

haloo... my name is a saut hasibuan DIAM Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya ”ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: